Social Icons

PROFIL A SAFRIL


AHMAD SAFRIL MUBAH adalah dosen Ilmu Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), peneliti Cakra Studi Global Strategis (CSGS), dan peneliti Pusat Studi ASEAN (PSA), Universitas Airlangga (UA). 

Putra ketiga dari tiga bersaudara pasangan Abdul Hafidz Ma’soem dan Dadah Fuadah ini lahir di Jombang, 17 September 1981. Nama “Ahmad Safril Mubah” diartikan “perjalanan menuju kebaikan”, sebab ketika ia lahir, neneknya (dari pihak ayah) sedang melaksanakan perjalanan ibadah haji di Tanah Suci. Dengan nama itu, orangtuanya berharap dimanapun ia berada, ia selalu menebar kebaikan. Ayahnya asli Jombang, sedangkan ibunya asli Cirebon. Karenanya, ia memiliki darah Jawa-Sunda.

Beberapa minggu setelah ia lahir, orangtuanya menambahkan nama “FERRY” di depan nama “AHMAD”. Nama itulah yang lantas menjadi nama panggilan akrabnya sejak kecil hingga kini. Namun, panggilan “FERRY” di kalangan kerabatnya berubah menjadi “EYI”. Ini dikarenakan ketika kecil ia mengucapkan “FERRY” dengan “EYI”.

Masa kecil hingga remajanya dihabiskan di Jombang. Ia mulai merasakan nikmatnya belajar ketika memasuki bangku taman kanak-kanak di TK Muslimat I Jombang (1986-1988). Pendidikan dasar hingga menengahnya diselesaikan di SDN Kepanjen 2 Jombang (1988-1994), SMPN 2 Jombang (1994-1997), dan SMAN 2 Jombang (1997-2000). Setelah itu, dia hijrah ke Surabaya untuk melanjutkan sekolah di Program Studi S-1 dan S-2 HI FISIP UA. 

Sejak remaja, dia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, pelatihan, penelitian, dan forum diskusi. Ketika SMA, ia pernah menjabat Ketua Remaja Masjid Miftahul Abror SMAN 2 Jombang (1998-1999) dan Koordinator Ketaqwaan OSIS SMAN 2 Jombang (1998-1999). Keaktifannya itu berlanjut ketika mahasiswa. Di kampus FISIP UA yang dikenal sebagai kampus oranye, ia pernah bergabung di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM, 2003-2004) dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM, 2004-2005). Di organisasi ekstrakampus, ia memilih Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai wadah pengasah kapasitas kepemimpinan dan intelektualnya. Di organisasi mahasiswa yang berorientasi keumatan dan kebangsaan ini, ia sempat menjabat Ketua Umum HMI Cabang Surabaya Komisariat FISIP-Sastra Airlangga (2004-2005).

Setelah meraih gelar sarjana, peminat studi globalisasi dan terorisme dengan spesifikasi kawasan Asia dan Amerika ini mengajar di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sekolah Tinggi Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS), dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Satya Widya Surabaya. Pada September 2007, peserta program Japan-East Asia Networks Exchange for Youths and Students (JENESYS) di Jepang (2010) ini kembali ke almamaternya untuk bergabung menjadi dosen yang mengajar mata kuliah Pengantar Globalisasi, Globalisasi & Strategi, Globalisasi & Masyarakat Informasi,  Sistem Politik Amerika Serikat, dan Masyarakat Budaya & Politik Asia Timur.

Hingga kini, penerima Grant for Japan-related Research Projects dari Sumitomo Foundation (2016) dan beasiswa Taiwan Fellowship (2014) untuk riset selama setahun di Taiwan ini telah menulis lima buku, yakni Isu-Isu Kawasan Kontemporer (2016), Isu-Isu Globalisasi Kontemporer (2015), Indonesia (Bukan) Negara Gagal? (2014), Terrorist vs Globalization: Resistance of Jemaah Islamiyah against American Hegemony (2013), dan Menguak Ulah Neokons: Menyingkap Agenda Terselubung Amerika dalam Memerangi Terorisme (2007).